Gempa Bumi M7,7 Guncang Kepulauan Flores, Satu Warga Nagekeo Meninggal Dunia, Masyarakat Mengungsi ke Tempat Aman
NAGEKEO, NTT — Situasi pascagempa bumi berkekuatan M7,7 yang mengguncang wilayah Kepulauan Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terus dipantau aparat keamanan bersama pemerintah daerah dan unsur penanggulangan bencana.
Hingga Sabtu (15/8/2026) pukul 10.00 Wita, kondisi di Kabupaten Nagekeo masih dalam penanganan. Masyarakat memilih berlindung di lokasi yang dianggap aman, terutama di tempat yang lebih tinggi dan area terbuka, sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa jajaran Polda NTT bersama Polres jajaran terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak.
“Bapak Kapolda NTT menginstruksikan seluruh jajaran untuk terus berada di lapangan, melakukan pemantauan situasi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, terlebih saat ini masih terdapat potensi gempa susulan,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra.
Satu Warga Meninggal Dunia
Berdasarkan data sementara yang diterima dari wilayah Kabupaten Nagekeo, terdapat satu orang korban meninggal dunia akibat peristiwa gempa bumi tersebut.
Korban diketahui bernama Matrona Wona, perempuan berusia 72 tahun, warga RT 007, Kelurahan Nagenai, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo.
Sementara untuk korban luka-luka, hingga laporan pada pukul 10.00 Wita belum terdapat data yang dapat dipastikan. Pendataan masih dilakukan oleh petugas di lapangan mengingat situasi masih berlangsung dan masyarakat masih berada di lokasi-lokasi pengungsian sementara.

Listrik Padam Total
Selain korban jiwa, gempa juga berdampak terhadap sejumlah fasilitas dan aktivitas masyarakat di Kabupaten Nagekeo.
Hingga saat ini, jaringan listrik di wilayah Kabupaten Nagekeo dilaporkan padam total. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam proses penanganan pascabencana, terutama untuk mendukung pelayanan publik dan kebutuhan masyarakat.
Kerusakan material juga dilaporkan terjadi pada sejumlah bangunan, meliputi gedung perkantoran, pertokoan, tempat ibadah dan rumah warga.
Namun, rincian jumlah maupun tingkat kerusakan belum dapat dipastikan karena petugas masih melakukan pendataan di tengah kondisi yang belum sepenuhnya stabil dan masih adanya gempa susulan.
“Untuk data kerusakan material maupun korban luka-luka masih terus kami lakukan pendataan. Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh pihak yang berwenang,” kata Kabidhumas Polda NTT.
Pasien RSUD Aeramo Diupayakan Dipindahkan ke Tenda Darurat
Sementara itu, keselamatan pasien yang sedang menjalani perawatan di RSUD Aeramo juga menjadi perhatian serius.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo saat ini sedang mengupayakan pembangunan tenda darurat di luar gedung rumah sakit. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk mitigasi dan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan, sekaligus memberikan ruang aman bagi pasien dan tenaga medis.
Kapolda NTT melalui Kabidhumas juga mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti arahan petugas serta tidak panik.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mencari tempat yang aman dan terbuka, serta mengikuti petunjuk dari petugas di lapangan. Jangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dalam situasi bencana informasi yang benar sangat penting untuk mencegah kepanikan,” tegas Kombes Pol Henry Novika Chandra.
Jajaran Kepolisian bersama TNI, BPBD, pemerintah daerah dan unsur terkait terus melakukan koordinasi serta pemantauan terhadap perkembangan situasi di Kabupaten Nagekeo dan wilayah lain yang terdampak gempa.
Pendataan korban, kerusakan bangunan, kondisi fasilitas umum, jaringan listrik serta kebutuhan masyarakat masih berlangsung. Data tersebut bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses asesmen serta perkembangan situasi di lapangan.
Polda NTT memastikan seluruh jajaran tetap siaga untuk memberikan bantuan dan pelayanan kepada masyarakat serta mendukung proses penanganan bencana hingga situasi kembali aman dan kondusif.
Humas Polda NTT
