Situasi Terkini Pascagempa Bumi di Kabupaten Sikka, Dua Orang Meninggal Dunia, Polri -TNI dan BPBD Dirikan Posko Darurat

Situasi Terkini Pascagempa Bumi di Kabupaten Sikka, Dua Orang Meninggal Dunia, Polri -TNI dan BPBD Dirikan Posko Darurat

MAUMERE, NTT — Situasi pascagempa bumi yang terjadi di wilayah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 06.00 Wita, hingga saat ini terus dipantau oleh aparat gabungan TNI-Polri bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka.

Berdasarkan laporan sementara yang diterima Polda Nusa Tenggara Timur, gempa tersebut menimbulkan korban jiwa, korban luka-luka, serta kerusakan pada sejumlah fasilitas dan bangunan di wilayah Kabupaten Sikka, khususnya di kawasan Maumere.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa jajaran Kepolisian bersama TNI dan BPBD Kabupaten Sikka telah bergerak melakukan pemantauan, penanganan serta evakuasi terhadap masyarakat yang terdampak.

“Berdasarkan situasi sementara yang kami terima, terdapat korban jiwa dan korban luka-luka akibat kejadian gempa bumi di wilayah Kabupaten Sikka. Personel Polri bersama TNI dan BPBD terus berada di lapangan untuk melakukan pemantauan situasi, membantu proses evakuasi, memberikan pertolongan kepada masyarakat serta memastikan kondisi di lokasi terdampak tetap aman dan terkendali,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra, menyampaikan arahan Kapolda NTT.

Dua Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Dalam laporan sementara tersebut, terdapat dua orang korban meninggal dunia yang telah dievakuasi dan saat ini berada di RSUD TC Hillers Maumere.

Kedua korban tersebut yakni Bernadus Muda, laki-laki, 66 tahun, beragama Katolik, pekerjaan petani, beralamat di Pelawan RT 002/RW, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur dan Maria Diana Meliana, perempuan, 54 tahun, beralamat di Kimang Buleng, Maumere.

Selain korban meninggal dunia, sejumlah warga juga mengalami luka-luka dan mendapatkan penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD TC Hillers Maumere.

Lima Korban Masih Mendapat Perawatan

Adapun korban luka-luka yang berdasarkan laporan sementara masih menjalani perawatan di IGD RSUD TC Hillers Maumere berjumlah lima orang.

Sementara itu, beberapa korban yang sebelumnya sempat mendapatkan penanganan di IGD RSUD TC Hillers Maumere telah diperbolehkan pulang.

Catatan: terdapat ketidaksesuaian dalam data sementara mengenai nama Bernadus Muda, yang tercantum baik dalam daftar korban meninggal dunia maupun daftar korban yang telah mendapatkan perawatan dan dipulangkan. Data tersebut perlu dikonfirmasi kembali oleh pihak terkait sebelum dipublikasikan sebagai data final.

Sejumlah Bangunan Mengalami Kerusakan

Gempa juga dilaporkan berdampak pada sejumlah bangunan dan fasilitas di wilayah Maumere. Beberapa kerusakan yang teridentifikasi sementara antara lain:

Terminal Penumpang L. Zay Maumere;
Pagar tembok di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Maumere; Pagar tembok SPDN Pelabuhan L. Zay Maumere; Bangunan tempat pembuatan es yang mengalami retak pada bagian dinding; Gardu listrik yang berada di pintu bagian timur TPI mengalami kerusakan dan jatuh ke tanah.

Petugas gabungan masih melakukan pemantauan dan pendataan terhadap kemungkinan kerusakan lainnya, termasuk memastikan kondisi fasilitas publik serta lokasi-lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Polri, TNI dan BPBD Dirikan Tenda Darurat

Sebagai langkah penanganan awal pascabencana, personel Polres Sikka bersama TNI dan BPBD Kabupaten Sikka telah mendirikan 10 tenda darurat yang dilengkapi tempat tidur lapangan.

Tenda-tenda tersebut didirikan di area parkir RSUD TC Hillers Maumere dan difungsikan sebagai bagian dari posko tanggap bencana, terutama untuk mendukung pelayanan serta kebutuhan masyarakat terdampak.

Selain 10 tenda yang telah berdiri, proses pembangunan tenda tambahan masih terus dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat dan perkembangan situasi di lapangan.

Kombes Pol Henry Novika Chandra menegaskan bahwa jajaran Polda NTT dan Polres Sikka akan terus melakukan koordinasi dengan seluruh unsur terkait dalam penanganan dampak gempa.

“Bapak Kapolda NTT menginstruksikan seluruh jajaran agar mengutamakan keselamatan masyarakat, memberikan pelayanan secara cepat dan humanis, serta terus berkoordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, BPBD dan instansi terkait. Situasi akan terus kami monitor dan setiap perkembangan penting akan disampaikan kepada masyarakat,” jelasnya.

Polda NTT juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Masyarakat yang berada di wilayah terdampak diminta tetap waspada dan menghindari bangunan atau fasilitas yang mengalami kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.

Hingga laporan sementara ini dibuat, personel gabungan masih berada di sejumlah titik terdampak untuk melakukan pemantauan, membantu masyarakat, mengamankan lokasi, mendukung pelayanan kesehatan, serta melakukan pendataan terhadap korban dan kerusakan akibat gempa bumi.