Tanpa Diminta, Bripka Fransiskus Fongo Gendong Ibu Penderita Stroke Turun dari Kapal, Wujud Nyata Polisi Humanis di Rote Ndao
ROTE NDAO – Di tengah kesibukan aktivitas penumpang yang turun dari kapal, sebuah aksi sederhana namun penuh makna terlihat di Pelabuhan Ba’a, Kabupaten Rote Ndao, Jumat (16/10/2026). Seorang anggota Polri dengan sigap menggendong seorang ibu yang sedang sakit agar dapat turun dari kapal dengan aman.
Anggota tersebut adalah Bripka Fransiskus X. Fongo, S.H., personel Satuan Lalu Lintas Polres Rote Ndao. Tanpa menunggu perintah ataupun permintaan bantuan, ia langsung bergerak setelah melihat seorang penumpang perempuan yang kesulitan berjalan ketika Kapal Cepat Bahari Express 8E bersandar di pelabuhan.
Bagi Bripka Fransiskus, saat itu tidak ada hal lain yang lebih penting selain membantu seseorang yang sedang membutuhkan pertolongan.
Dengan penuh kehati-hatian, ia menggendong ibu bernama Erna Martina menuruni tangga besi kapal yang sempit dan curam menuju dermaga. Kondisi tersebut membuat proses turun dari kapal membutuhkan perhatian ekstra, terlebih aktivitas penumpang saat itu cukup ramai.
Seorang anggota Polri lainnya turut mendampingi dari belakang untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman. Beberapa warga di sekitar lokasi juga ikut membantu, menciptakan suasana kebersamaan dalam memberikan pertolongan kepada sesama.
Spontan Tergerak karena Rasa Iba
Di balik aksi tersebut, tidak ada persiapan khusus ataupun instruksi kedinasan. Bripka Fransiskus mengaku tindakannya dilakukan secara spontan setelah melihat seorang ibu yang membutuhkan bantuan.
“Saya spontan saja, tidak ada yang minta apalagi memerintah. Semua karena rasa iba saja melihat ada penumpang yang mau turun dan butuh bantuan,” ungkapnya.
Ia menceritakan, saat itu dirinya sedang mengantar keluarga yang hendak menaiki kapal. Ketika akan turun, ia melihat seorang ibu yang tampak kesulitan untuk berjalan sendiri.
Tanpa berpikir panjang, ia memutuskan untuk memberikan bantuan.
“Waktu itu saya mengantar keluarga yang hendak naik kapal. Saat mau turun, saya lihat ada ibu yang butuh bantuan, makanya saya langsung bantu dengan menggendongnya,” imbuhnya.
Ibu Erna Martina diketahui mengalami sakit stroke sehingga tidak dapat berjalan. Kondisi tersebut membuatnya membutuhkan bantuan orang lain untuk turun dari kapal menuju dermaga.
Apa yang dilakukan Bripka Fransiskus menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui tindakan besar. Terkadang, kepekaan melihat kesulitan orang lain dan keberanian untuk segera membantu justru menjadi pertolongan yang sangat berarti.
Apresiasi Pimpinan, Cerminan Polisi yang Dekat dengan Masyarakat
Aksi spontan tersebut mendapat apresiasi dari Kapolres Rote Ndao AKBP Henry Eko Irawan, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Rote Ndao, Ipda Nofriadi B. Tallo.
Menurutnya, tindakan Bripka Fransiskus merupakan contoh positif dari sikap anggota Polri yang humanis, peduli, dan hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Ini sangat mulia. Pimpinan sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan. Tindakan ini spontan dan berguna bagi masyarakat, serta merupakan cerminan polisi yang bermasyarakat,” ungkap Ipda Nofriadi.
Ia berharap kepedulian seperti yang ditunjukkan Bripka Fransiskus dapat menjadi inspirasi bagi seluruh personel Polres Rote Ndao dan Polsek jajaran untuk terus melakukan hal-hal positif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga untuk memberikan pertolongan ketika warga menghadapi kesulitan.
Ketika Kepedulian Menjadi Bahasa Pelayanan
Aksi di Pelabuhan Ba’a tersebut memperlihatkan bahwa pelayanan Polri dapat hadir melalui tindakan sederhana yang dilakukan dengan tulus. Di tengah tugas dan tanggung jawabnya, seorang anggota polisi tetap memiliki ruang untuk menunjukkan empati dan kemanusiaan.
Bagi masyarakat, pertolongan seperti ini bukan sekadar membantu seseorang menuruni tangga kapal. Lebih dari itu, tindakan tersebut menghadirkan rasa aman, kepedulian, dan keyakinan bahwa masih ada orang-orang yang bersedia mengulurkan tangan tanpa harus diminta.
Kepedulian anggota Polri di lapangan diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian dari budaya pelayanan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam aktivitas sehari-hari, termasuk para pengguna jasa transportasi laut.
Sebab, kehadiran polisi yang humanis tidak hanya terlihat dari seragam yang dikenakan atau tugas yang dijalankan, tetapi juga dari ketulusan untuk hadir dan membantu ketika masyarakat membutuhkan.
#PolisiBersamaMasyarakat
Humas Polda NTT
