Pengamanan Ketat dan Humanis Warnai Tahbisan Uskup Larantuka 2026

Pengamanan Ketat dan Humanis Warnai Tahbisan Uskup Larantuka 2026

Larantuka — Suasana khidmat dan penuh sukacita mewarnai rangkaian Pentahbisan Uskup Larantuka yang berlangsung di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka, Rabu (11/02/2026). Di balik jalannya prosesi sakral tersebut, pengamanan ketat namun humanis dari Polres Flores Timur, Polda NTT, menjadi kunci terciptanya situasi yang aman dan kondusif.

Pengamanan telah dilaksanakan sejak pukul 06.00 Wita hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir. Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis, mulai dari area gereja, jalur kedatangan tamu, hingga pengaturan arus lalu lintas guna memastikan umat dapat mengikuti ibadah dengan nyaman.

Kegiatan pengamanan dipimpin langsung oleh Wakapolres Flores Timur Kompol Ketut Mastina, S.Sos., didampingi Kabag Ops AKP Eduardus Nuru, S.H. Kekuatan pengamanan juga melibatkan personel TNI dari Kodim 1624 Flores Timur, BKO Brimob Sikka, serta didukung tim keamanan internal gereja.

Sinergitas lintas institusi tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas selama berlangsungnya perayaan keagamaan berskala besar itu.

Dalam prosesi tersebut, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, Pr resmi ditahbiskan sebagai Uskup Larantuka yang baru, menggantikan Mgr. Fransiskus Kopong Kung yang memasuki masa emeritus. Rangkaian tahbisan sendiri telah berlangsung sejak 3 hingga 12 Februari 2026, diawali dengan berbagai agenda keagamaan seperti Vesper Agung hingga Misa Pontifikal, yang dihadiri umat serta para pimpinan Gereja Katolik dari berbagai daerah.

Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra, S.I.K. melalui Kasi Humas AKP Eliezer A. Kalelado, S.H., menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam pengamanan ini merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat.

“Pengamanan ini adalah wujud komitmen Polri dalam memberikan rasa aman pada setiap kegiatan masyarakat, khususnya kegiatan keagamaan berskala besar. Kami memastikan seluruh rangkaian pentahbisan Uskup Larantuka berjalan aman, tertib, dan kondusif melalui sinergitas TNI-Polri serta dukungan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pola pengamanan yang diterapkan tidak hanya mengedepankan aspek keamanan, tetapi juga pendekatan humanis, sehingga kehadiran aparat benar-benar dirasakan sebagai pelindung dan pengayom umat.

Dengan pengamanan maksimal tersebut, seluruh rangkaian Pentahbisan Uskup Larantuka 2026 berlangsung lancar, aman, dan penuh kekhusyukan, sekaligus mencerminkan kuatnya toleransi serta harmoni kehidupan beragama di Flores Timur.